SELAMAT DATANG DI: http://purwo4u.wordpress.com


BUAT BIODIESEL DARI JELANTAH.

Mengapa Biodiesel ?

Kebijakan energi yang dicanangkan dalam Instruksi Presiden RI No. 1 dan Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 menempatkan energi alternatif, khususnya bahan bakar nabati (biofuel) sebagai instrument penting dalam perencanaan dan pengembangan energi nasional. Peran biofuel tidak hanya untuk mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil, tetapi juga akan berfungsi sebagai penyerap tenaga kerja (pro-job), mengurangi tingkat kemiskinan (pro-poor), sekaligus akan memperkuat ekonomi nasional (pro-growth), serta memperbaiki lingkungan (pro-planet)

Biodiesel, biosolar, atau biofuel merupakan sumber energi alternatif pengganti solar yang terbuat dari minyak tumbuhan atau lemak hewan, tidak mengandung sulfur dan tidak beraroma.

Dibanding bahan bakar solar, biodiesel memiliki beberapa keunggulan,

yaitu:

  • Biodiesel diproduksi dari bahan pertanian, sehingga dapat diperbaharui.
  • Biodiesel memiliki nilai cetane yang tinggi, volatile rendah, dan bebas sulfur.
  • Ramah lingkungan karena tidak ada emisi SOx.
  • Menurunkan keausan ruang piston karena sifat pelumasan bahan bakar yang bagus (kemampuan untuk melumasi mesin dan sistem bahan bakar).
  • Aman dalam penyimpanan dan transportasi karena tidak mengandung racun.
  • Meningkatkan nilai produk pertanian.
  • Memungkinkan diproduksi dalam skala kecil menengah sehingga bisa diproduksi di rumah atau di pedesaan.
  • Biodegradabel: jauh lebih mudah terurai oleh mikroorganisme dibandingkan minyak mineral. Pencemaran akibat tumpahnya biodiesel pada tanah dan air bisa teratasi secara alami.

Mengapa Jelantah?

Kami sengaja mengkhususkan pembuatan ini berbahan baku jelantah, karena jelantah adalah bahan buangan dari sisa penggorengan direstoran-restoran atau rumah tangga yang sangat melimpah, dan harganya sangat murah, disamping itu untuk mengurangi beredarnya jelantah yang diproses ulang jadi minyak goreng kembali, seperti diketahui bahwa jelantah yang dikonsumsi kembali setelah dipakai berulang-ulang (ditandai dengan warna coklat tua, hitam, dan mengandung sekitar 400 senyawa kimia) akan mengoksidasi asam lemak tidak jenuh membentuk gugus peroksida dan monomer siklik. Senyawa ini berpotensi memicu penyakit kanker kolon, pembesaran hati, ginjal, dan gangguan jantung. Jika anda dapat memperoleh jelantah yang beredar dimasyarakat untuk dibuat biodiesel, maka secara tidak langsung anda juga menyelamatkan masyarakat dari bahan yang beracun.

Proses Produksi Pembuatan Biodiesel.

Biodiesel diproses berdasarkan reaksi kimia yang disebut dengan transesterifikasi. Proses ini pada dasarnya adalah mereaksikan minyak nabati dengan metanol atau etanol, yang dibantu dengan katalisator soda api (NaOH) atau KOH.

Pada dasarnya, pabrik biodiesel adalah tempat untuk mengonversi minyak nabati menjadi biodiesel. Proses konversi tersebut sesungguhnya tidak lebih dari suatu tindakan mencampur minyak nabati dengan alkohol, mengaduk, dan merebusnya. Maka dapat dibayangkan, bahwa suatu pabrik biodiesel sebenarnya hanyalah bejana-bejana atau tangki-tangki perebus dengan alat pengaduk minyak nabati dan alkohol. Tangki-tangki tersebut bisa berkapasitas kecil, bisa juga berkapasitas besar.

TAHAPAN PROSES PRODUKSI BIODIESEL.

Belajar membuat biodiesel dianjurkan dimulai dari produksi dengan kapasitas kecil. Proses produksi dengan kapasitas kecil sangat penting dilakukan sebelum mempersiapkan proses produksi pada skala yang lebih besar, Tahapan proses pembuatan biodiesel dalam skala kecil sama dengan tahapan pembuatan biodiesel di dalam sebuah blender yang biasa digunakan oleh ibu rumah tangga. Perbedaanya, di dalam unit proses produksi biodiesel skala kecil, bahan berupa minyak nabati, alkohol, dan katalis dicampur selama satu jam, sedangkan dalam blender hanya 15 menit. Pastikan blender tidak digunkan untuk bahan makanan setelah digunakan untuk biodiesel.

Tempat terbaik membuat biodiesel menggunakan blender adalah di laboratorium kimia. Jika tidak tersedia, sebuah garasi yang bersih juga bisa dijadikan pilihan untuk membuat biodiesel. Syarat-syarat untuk membuat biodiesel sebagai berikut.

  1. Ruang kerja perlu dilengkapi dengan sebuah pipa atau alat lain sebagai pencuci mata darurat untuk mewaspadai kemungkinan meletupnya reaktan.
  2. Perlu ruangan khusus untuk mencuci bagian tubuh yang bersinggungan dengan metanol atau soda api.
  3. Ruang kerja harus bersih dan bebas dari barang yang tidak diperlukan.
  4. Tidak ada barang yang terletak di bawah atau di atas ruangan tersebut.
  5. Tersedia cuka untuk menetralkan banyak methanol atau soda api yang tumpah.
  6. Lanjutan….tunggu beberapa hari lagi….(penulis).